BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam islam posisi dan porsi
wanita sangatlah jelas baik dalam Al-Qur`an maupun hadist yang merupakan acuan
baku bagi umat islam. Banyak hadist- hadist secara jelas (eksplisit)
menjelaskan bahwa wanita bertengger pada posisi yang sangat mulia dan
terhormat. Seperti pada hadist nabi yang sangat populer menyatakan bahwa sorga
itu berada di bawah telapak kaki ibu, itu adalah ungkapan betapa mulianya
seorang ibu itu di mata Allah.
Bahkan dalam hadis lain dikatakan,
ketika seorang pemuda bertanya kepada nabi " wahai rosul siapakah yang
berhak pertamakali saya hormati " rosul menjawab "ibumu" lalu
siapa lagi "ibumu" sampai pada jawaban yang ketiga "ibumu"
dan yang terakhir kalinya "ayahmu". Siapapun akan terharu biru tak
terkecuali seorang ayah walupun di situ disebutkannya terkahir kali namun
penghargaan yang mendalam terhadap perempuan adalah juga merupakan kebahagian
kita semua. Sebuah pelajaran bagi kita kejadian yang terjadi ketika pada masa
nabi.
Seorang sahabat yang bernama
jurait taat solatnya, sufi,selalu mengurung diri dalam masjid. Namun ketika
saat sakratul maut datang jurait tak mampu megucapkan dan melafalkan sahadatain
seperti yang ia biasa lakukan. Namun setelah di cari kuncinya mengapa itu bisa
terjadi terhadap sahabat nabi yang taat solatnya serta sufi akhirnya
terbongkarlah bahwa jurait tidak menghormati ibunya namun saat ibunya dirayu
untuk memaafkan jurait detik itu juga jaurait menghembuskan nafasnya dengan
kalimat sahadatain dan mati dengan khusnul khatimah. Tidak disangsikan lagi
bahwa keberadaan ibu adalah merupakan figure yang sangat sentral dalam keluraga
yang penuh degan kehangatan dan kelembutan. Tidak ada yang perlu dikotomikan
antara peran ayah dan ibu keduanya saling melengkapi karena keduanya mempunyai
kekurangan maupun kelebihan dan alangkah indahnya jika keduanya disinergikan
untuk mendorong keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kedudukan Wanita Dalam Islam
Sesungguhnya wanita
muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar
dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam
membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk
Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan
setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.
Kesesatan dan
penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari
petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya.
Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian
tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan
sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar
III)
Sungguh telah dijelaskan
di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri,
saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan
hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah
dijelaskan dalam sunnah Rasul.
Peran wanita dikatakan
penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan
beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi
kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan
santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih
didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman Allah,
“Dan Kami perintahkan
kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam
dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya
kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)
Begitu pula dalam
firman-Nya, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu
bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya
dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.”
(QS. Al-Ahqaf: 15)
2.2 Keistimewaan Wanita dalam Islam
Sebagai wanita Allah
menciptakan dan memberi segala keistimewaannya, cobalah kita (kaum wanita)
mempelajari dari pandangan ISLAM ini dan jadikan suatu keistimewaan itu sebagai
cermin hidup kita.
Bagian dari keistimewaan
wanita, yang dipandang ISLAM ;
Doa wanita lebih makbul
daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki dan
ketika ditanya kepada Rasulullah S.A.W. akan hal tersebut, jawab baginda :
"Ibu lebih penyayang
daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."
Wanita yang solehah
(baik) itu lebih baik daripada 70 orang lelaki yang soleh.
Barang siapa yang
menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa
menangis karena takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan
diharamkan api neraka keatas tubuhnya.
Barang siapa yang membawa
hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya,
maka pahalanya seperti bersedekah.
Hendaklah mendahulukan
anak perempuan dari pada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukakan anak
perempuan seolah-olah dia memerdekakan keturunan Nabi Ismail A.S.
Wanita yang tinggal
bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W.) di dalam
syurga.
Barang siapa mempunyai
tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau
dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka
dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka
baginya adalah syurga.
Daripada Aisyah r.a.
"Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya,
lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang
baginya daripada api neraka.
Syurga itu di bawah
telapak kaki ibu. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka
jawablah panggilan ibumu dahulu.
Wanita yang taat
berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka
pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan
tidak dihisab.
Wanita yang taat akan
suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit,
matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada
suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).
Tiap perempuan yang
menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam
syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
Apabila seseorang
perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat
untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan
dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
Apabila seseorang
perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya
pahala orang yang berjihad pada jalan-Nya.
Apabila seseorang
perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan
ibunya melahirkannya.
Apabila telah lahir
(anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya
diberi satu kebajikan.
Apabila semalaman (ibu)
tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya
pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama
Allah S.W.T.
Seorang wanita solehah
adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
Seorang wanita yang jahat
adalah lebih buruk dari pada 1,000 lelaki yang jahat.
2 rakaat solat dari
wanita yang hamil adalah lebih baikdaripada 80 rakaat solat wanita yang tidak
hamil.
Wanita yang memberi minum
susu kepada anaknya daripada badannya (ASI) akan dapat satu pahala dari pada
tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.
Wanita yang melayani
dengan baik suami yang pulang ke rumah didalam keadaan letih akan mendapat
pahala jihad.
Wanita yang melihat
suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih
sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
2.3 Peran Wanita Dalam Keluarga Islami
Peran dan tugas
perempuan dalam keluarga secara garis
besar dibagi menjadi peran wanita sebagai ibu, ibu sebagai istri, dan anggota
masyarakat. Dalam kesempatan kali ini pembicaraan lebih ditekankan pada tugas
perempuan dalam membina kesehatan mental bagi dirinya, keluarganya maupun
masyarakatnya. Agar dapat melakukan peran atau tugasnya dengan baik, maka perlu
dihayati benar mengenai sasaran dan tujuan dari peran itu.
Di samping itu, perempuan harus
menguasai cara atau teknik memainkan peran atau melaksanakan tugasnya,
disesuaikan dengan setiap situasi yang dihadapinya. Sebagai ibu, pendidik
anak-anak perempuan harus mengetahui porsi yang tepat dalam memberikan
kebutuhan-kebutuhan anaknya, yang disesuaikan dengan tahap perkembangannya.
Sikap maupun perilakunya harus dapat dijadikan contoh bagi anak-anaknya.
Sebagai seorang istri, wanita harus menumbuhkan suasana yang harmonis, tampil
bersih, memikat dan mampu mendorong suami untuk hal-hal yang positif. Sebagai
anggota masyarakat, wanita diharapkan peran sertanya dalam masyarakat.
Keberhasilan melakukan peran di
atas, tentunya bukan merupakan hal yang mudah, yang penting adalah kemauan dan
usaha untuk selalu belajar.
2.4 Peran Wanita Dalam Masyarakat
Secara kodrati, wanita
sebagai manusia tidak dapat melepaskan diri dari keterikatannya dengan manusia
lain. Seperti kita ketahui bahwa pada dasarnya berhubungan dengan individu lain
merupakan suatu usaha manusi untuk memenyhi kebutuhan sosialnya. Dari hubungan
antar pribadi ini, tumbuhlah perasaan diterima, ditolak, dihargai-tidak
dihargaidan diakui-tidak diakui. Di samping itu dari hubungan antar pribadi
ini, manusia dapat lebih mengenal dirinya sendiri, banyak mendapatkan penilaian
dan memberikan penilaian. Bergaul dengan individu lain, membuka kesempatan bagi
wanita untuk dapat menyatakan diri dan mengembangkan kemampuannya.
Suatu kenyataan bahwa dewasa ini
keikut-sertaan wanita dalam mencapai tujuan pembangunan sangat diharapkan.
Berbagai peran dan tugas ditawarkan bagi wanita, dalam hal ini tentunya kita
harus selalu selektif jangan sampai terkecoh sehingga lupa pada kodratnya.
Dalam hubungan antar pribadi
(pergaulan) masing-masing individu diberi kesempatan untuk mengembangkan
pribadinya agar dapat mendekati sempurna. Wanita, dalam bergaul memperoleh
banyak kesempatan untuk menghayati proses sosialisasi itu, baik sebagai subjek
atau objek dalam kehidupan bersama.
Sehubungan dengan kebutuhan manusia
untuk berhubungan dengan individu lain, Islam mengajarkan umatnya untuk
menjalankan silaturahmi sebagai usaha untuk mempererat persaudaraan dengan
sesama umat. Dari silaturahmi inilah awal tumbuhnya Ukhuwah Islamiyah, yang
merupakan suatu cara untuk mencapai terwujudnya masyarakat Islam yang bersatu.
Keberhasilan kita dalam menciptakan suasana yang harmonis dalam masyarakat pada
umumnya, maupun sesama muslim pada khususnya dapat ditentukan oleh kemampuan
untuk memberikan kasih sayang, menghindarkan diri dari sifat kasar, dengki,
fitnah, dan saling curiga mencurigai. Di samping itu pergaulan kita dengan
individu lain ditentukan oleh:
a. Pengertian bahwa tiap individu mempunyai
kepribadian tertentu, yang unik dan hanya dimiliki oleh individu tersebut.
b. Pengertian bahwa tiap individu mempunyai
kebutuhan yang berbeda dengan individu lain, hal ini akan mendasari
perilakunya.
c. Kemampuan kita untuk mengerti perasaan
orang lain, toleran, dan penuh pengertian.
d. Sikap untuk menghargai orang lain sebagai
suatu pribadi dan tidak terlalu mementingkan diri kita sendiri.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sungguh telah dijelaskan di dalam
Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara
perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan
kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam
sunnah Rasul.
Peran wanita dikatakan
penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan
beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi
kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan
santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih
didahulukan daripada kedudukan ayah.
Sungguh luar biasa Allah
menciptakan manusia sebagai mahluk yang sempurna, dan dibekali pula dengan
kodrat bagai tiang penyanggah yang slalu dibawa kemana pergi dan suatu saat
nanti Allah SWT akan menggantikannya menjadi kebajikan apabila tiang itu
dipergunakan dan diletakannya ditempat yang baik dan benar.